What you will learn?
Langkah-langkah perizinan eksportir di Indonesia (NIB, NIK, dan integrasi sistem OSS).
Pemilihan dan pendirian badan usaha (PT, CV, atau Perorangan) untuk orientasi ekspor.
Pengenalan sertifikasi dan standarisasi produk internasional (ISO, HACCP, Phytosanitary, dll).
About this course
Ekspor adalah bisnis yang sangat terikat dengan aturan. Modul ini membongkar mitos bahwa mengurus izin ekspor itu rumit. Anda akan dipandu langkah demi langkah untuk menyiapkan legalitas badan usaha yang berorientasi ekspor (seperti NIB dan perizinan terkait). Selain itu, kita akan membahas standar mutu internasional yang harus dipenuhi agar produk Anda tidak ditolak oleh bea cukai negara tujuan atau pembeli.
FAQ
Comments (0)
Dalam video ini, Anda akan mempelajari langkah awal menyiapkan legalitas usaha yang berorientasi ekspor. Pembahasan mencakup pilihan menggunakan bisnis yang sudah berjalan, mendirikan badan usaha baru, serta menentukan kegiatan usaha yang sesuai dengan peran sebagai produsen atau trader.
Anda juga akan mengenal fungsi KBLI, proses pendaftaran badan usaha, penggunaan sistem Online Single Submission atau OSS, serta pentingnya Nomor Induk Berusaha dan NPWP dalam menjalankan bisnis secara legal.
Setelah menyelesaikan video ini, Anda diharapkan memahami urutan umum menyiapkan legalitas usaha dan mampu mengidentifikasi dokumen serta perizinan tambahan yang mungkin diperlukan sesuai kegiatan dan produk yang dijalankan.
Pelajari langkah menyiapkan bisnis berorientasi ekspor, mulai dari menentukan model usaha, memilih bentuk badan usaha, menyesuaikan KBLI, memperoleh NIB melalui OSS, hingga memeriksa perizinan tambahan sesuai kegiatan dan produk yang dijalankan.
Dalam video ini, Anda akan mempelajari pentingnya standar mutu bagi produk yang akan dipasarkan ke luar negeri. Standar dapat membantu produk memasuki pasar global, membangun kepercayaan konsumen, dan menciptakan peluang memperoleh harga jual yang lebih baik.
Materi membagi standar produk ekspor menjadi tiga kelompok pembelajaran, yaitu standar wajib, standar umum, dan standar khusus. Anda akan memahami perbedaannya melalui contoh persyaratan keamanan pangan, pengemasan, HACCP, Fairtrade, produk organik, dan sertifikasi halal.
Setelah menyelesaikan video ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi jenis standar yang mungkin dibutuhkan oleh pemerintah, pembeli, atau kelompok konsumen tertentu di negara tujuan ekspor.
Pelajari perbedaan standar wajib, standar umum, dan standar khusus dalam kegiatan ekspor. Materi ini membantu Anda memeriksa regulasi negara tujuan, kebutuhan pembeli, keamanan produk, sertifikasi, label, dan persyaratan khusus sebelum menawarkan produk ke pasar internasional.